5 Jenis Otomatis Toren Air dan Cara Kerjanya

5 Jenis Otomatis Toren Air dan Cara Kerjanya

Jenis Otomatis Toren Air – Menjaga ketersediaan air bersih dalam bak penampungan tanpa perlu repot mencolok dan mencabut sakelar pompa secara manual telah menjadi standar kenyamanan modern saat ini.

Pada era di mana efisiensi energi dan otomatisasi smart home kian digandrungi, membiarkan wadah penyimpanan air meluap hingga membanjiri dak beton atau membiarkan mesin pompa terbakar karena kehabisan sumber air adalah kecerobohan yang fatal.

Oleh karena itu memahami peta teknologi kontrol air dan memilih jenis otomatis toren air yang paling adaptif dengan karakter pemasangan perangkat kebersihan bukan lagi sekadar opsi pelengkap.

Namun menjadi sebuah kebutuhan tersendiri. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam tentang berbagai jenis otomatis toren dan cara kerjanya.

Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut.

Berbagai Jenis Otomatis Toren Air dan Cara Kerjanya

Berbagai Jenis Otomatis Toren Air dan Cara Kerjanya

Mengeksplorasi jajaran alat sensor kontrol air modern membuka peluang besar bagi siapa saja untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperpanjang umur pakai mesin pompa.

Pada saat ini ada berbagai jenis otomatis pada toren yang ada di pasaran. Berikut ini berbagai jenis otomatis wadah penyimpanan air dan cara kerjanya yaitu:

1. Pelampung Bola Mekanis (Float Valve)

Pertama-tama, jenis alat ini bekerja sepenuhnya mengandalkan gaya apung alami dari sebuah bola plastik berongga udara.

Ketika volume air dalam torennya mulai penuh, maka bola plastik tersebut akan terangkat naik ke atas.

Selanjutnya, gerakan naik bola ini secara otomatis akan mendorong tuas besi untuk menyumbat lubang kran pemasukan air.

Kemudian, aliran air dari pipa utama akan berhenti mengalir dengan sendirinya tanpa bantuan arus tenaga listrik.

2. Sakelar Pelampung Elektrik (Radar Switch atau Floating Switch)

Jenis otomatis ini menggunakan 2 buah pemberat silinder yang menggantungnya dalam ruang torennya.

Ketika permukaan air turun melewati batas bawah pemberat, maka berat silinder akan menarik sakelar mekanis ke bawah.

Posisinya yang turun akan menghubungkan arus listrik sehingga mesin pompa air akan langsung menyala secara otomatis.

Sebaliknya saat air menyentuh batas atas silinder, sakelar akan memutus arus listrik dan mematikan mesin pompa.

3. Sensor Tingkat Cairan (Water Level Indicator Sensor)

Jenis otomatis ini memanfaatkan modul papan sirkuit elektronik mikro yang menghubungkannya dengan kabel sensor logam.

Kabel sensor ini menempatkannya pada beberapa tingkatan ketinggian air yang berbeda dalam wadah torennya.

Ketika air menyentuh ujung kabel logam, maka cairan tersebut akan menghantarkan sinyal listrik lemah menuju modul pusat.

Modul pintar ini lalu bertugas memerintahkan sakelar utama untuk menghidupkan atau mematikan mesin pompa airnya.

4. Pengontrol Tekanan Digital (Automatic Pressure Control)

Peralatan otomatis ini memasangnya langsung pada jalur pipa pengeluaran setelah mesin pompa air.

Alat canggih ini bekerja dengan cara membaca naik turun tekanan udara dan laju aliran air dalam pipa.

Ketika membuka kran air pada suatu area, tekanan dalam pipa akan mendadak turun secara drastis.

Sensor digital lalu akan membaca penurunan tekanan tersebut dan langsung menyalakan mesin pompa dalam waktu sekejap.

5. Sensor Pelampung Kabel (Cable Float Switch)

Selain itu, otomatis ini berbentuk menyerupai sebuah kapsul plastik kedap air yang memiliki kabel fleksibel panjang.

Dalam bodi kapsul plastik tersebut terdapat sebuah bola besi kecil dan sakelar listrik kecil yang sensitif.

Ketika air penuh, kapsul akan mengapung menjungkir ke atas sehingga bola besi menggelinding memutus arus listrik pompa.

Sementara itu, saat air habis kapsul akan menggantung ke bawah sehingga bola besi menyalakan kembali mesin pompa.

Cara Memasang Otomatis Toren Air yang Benar

Cara Memasang Otomatis Toren Air yang Benar

Mengoordinasikan sistem kelistrikan dengan jaringan perpipaan menuntut akurasi pemasangan yang tinggi demi menghindari risiko korsleting maupun kegagalan sistem pengisian otomatis.

Menguasai cara memasang otomatis toren air yang benar merupakan langkah penting untuk penghematan tersendiri.

Berikut ini ada beberapa cara memasang otomatis toren yang benar yaitu:

1. Memutuskan Aliran Arus Listrik Utama dari Sakelar Pusat

Langkah paling awal dan terpenting sebelum menyentuh komponen elektrikal adalah mematikan sekring pusat atau MCB pada meteran listrik area tersebut.

Tindakan pencegahan ini wajib melakukannya demi menjamin keselamatan kerja dari risiko tersengat arus listrik selama proses penyambungan kabel berlangsung.

2. Membuat Lubang Dudukan Sakelar Otomatis pada Bagian Atas Toren

Perlu membuat lubang kecil khusus pada bagian bahu atau tutup atas bodi toren sebagai tempat meletakkannya sakelar otomatis.

Gunakan mesin bor listrik dengan mata bor pelubang (hole saw) yang ukurannya sesuai dengan diameter leher ulir bodi sakelar radar.

3. Memasang Bodi Utama Sakelar Otomatis pada Lubang Dudukan

Kemudian masukkan leher ulir bodi sakelar otomatis ke dalam lubang yang telah membuatnya dari arah luar hingga duduk dengan rata.

Dari arah dalam dinding torennya, pasang karet paking penyekat lalu kencangkan cincin mur pengunci plastik hitam yang tersedia dalam paket pembelian.

4. Mengatur Jarak Ketinggian Dua Buah Pemberat Silinder

Pasanglah seutas tali nilon bawaan produk pada bagian tuas sakelar, lalu hubungkan dengan 2 buah tabung silinder pemberat.

Atur jarak gantung antara pemberat atas dan pemberat bawah sesuai dengan batas minimum dan maksimum volume air yang jadi kehendak.

5. Memasukkan Jalur Kabel Listrik Utama ke Dalam Terminal Sakelar

Selain itu, kupas ujung kulit luar kabel listrik tipe NYM atau NYY yang menghubungkan arus listrik dari mesin pompa transfer menuju toren.

Masukkan ujung inti tembaga kabel tersebut melewati lubang karet pelindung yang terletak pada bawah bodi penutup sakelar otomatis.

6. Menghubungkan Inti Tembaga Kabel pada Terminal Kontak Sakelar

Sementara itu, kendurkan sekrup terminal kuningan dalam sakelar, lalu jepitkan ujung inti tembaga kabel pompa pada pin berkode A1 dan A2.

Terminal tipe A ini bekerja dengan sistem pemutus arus normal terbuka (normally open), yang berarti pompa akan menyala saat pelampung menggantung ke bawah.

7. Memasang dan Merapikan Penutup Bodi Sakelar Otomatis

Setelah proses penyambungan kabel selesai, pasang kembali bodi tutup plastik pelindung sakelar otomatis dengan rapat.

Kencangkan baut pengunci tutupnya agar bagian dalam terminal yang teraliri arus listrik terlindungi sempurna dari rembesan air hujan.

8. Merapikan Bentangan Jalur Kabel Listrik Menggunakan Klem Dinding

Bentangan kabel listrik yang menjuntai panjang dari bawah menuju bagian atas menara toren harus mengikatnya secara rapi.

Pakai klem kabel plastik atau pipa selongsong penutup kabel (conduit) yang memakunya dengan kuat sepanjang bodi tiang atau dinding beton.

9. Menghubungkan Kembali Jalur Arus Listrik Utama

Oleh sebab itu, setelah seluruh rangkaian kabel dan pipa pengisian terpasang dengan kokoh, nyalakan kembali sakelar MCB pusat pada meteran listrik.

Jalur otomatis kini sudah terisi arus listrik kembali dan siap untuk melakukan tugas pengontrolan mesin pompa secara mandiri.

10. Melakukan Uji Coba Kinerja Pengisian dan Pemberhentian Air

Buka salah satu kran pada area tersebut hingga volume air dalam toren menyusut melewati batas bawah silinder pemberat.

Amati apakah mesin pompa transfer bisa menyala secara otomatis untuk mengisi kembali air torennya.

Rekomendasi Pelampung Otomatis Toren Air Grand Luxe Switch

Rekomendasi Pelampung Otomatis Toren Air Grand Luxe Switch

Memiliki peralatan pengontrol air yang awet dan tahan lama merupakan impian bagi setiap pemilik tempat tinggal modern.

Untuk pilihannya, maka pakai saja pelampung otomatis merk Grand Luxe Switch yang berkualitas. Pelampung Otomatis Grand Luxe Switch ini secara otomatis mengatur ketinggian air dalam torennya.

Hal inilah yang mampu mencegah kebocoran dan menghemat listrik dengan efisien. Pelampung otomatis yang satu ini tidak mudah tumbuh lumut dan food contact.

Hal inilah yang menjadikannya aman dalam menyimpan air untuk langsung konsumsi tanpa khawatir kontaminasi.

Pada pelampung otomatis merk Grand Luxe Switch sendiri sudah ada perlindungan anti UV 20, sehingga cahaya matahari tidak bisa menembus dan memberikan keamanan tersendiri.

Selain itu, pelampung otomatis merk Grand Luxe Switch juga mudah dalam pemasangannya.

Penutup

Sekian dulu ulasan tentang setidaknya 5 jenis otomatis toren air dan cara kerjanya. Untuk pilihan torennya, pakai saja yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka panjang.

Dapatkan toren berkualitas pada berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lainnya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *