7 Langkah Mudah Cara Memasang Toren Air Besar

7 Langkah Mudah Cara Memasang Toren Air Besar

Cara Memasang Toren Air Besar – Ketersediaan air bersih sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama pada rumah besar dan bangunan dengan banyak penghuni.

Karena itulah, memahami cara memasang toren air besar membantu memastikan cadangan airnya tersedia dan distribusinya berjalan lancar.

Pemasangan yang benar juga bisa mengurangi risiko kebocoran, kerusakan torennya, dan gangguan tekanan air.

Toren berkapasitas besar bisa menggunakannya untuk rumah bertingkat, rumah kos, tempat usaha, hingga fasilitas komersial.

Melalui artikel kali ini akan menjelaskan tentang cara pasang toren yang ukurannya besar. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut sampai tuntas.

Beberapa Cara Mudah Memasang Toren Air Besar

Beberapa Cara Mudah Memasang Toren Air Besar
Beberapa Cara Mudah Memasang Toren Air Besar

Pemasangan toren air membutuhkan beberapa tahapan yang saling berkaitan. Oleh sebab itu, setiap langkah perlu melakukannya secara berurutan agar sistem bekerja dengan baik. Berikut ini ada beberapa cara mudah memasang toren air besar yaitu:

1. Tentukan Kapasitas Toren Sesuai Kebutuhan

Hal pertama, hitung perkiraan kebutuhan air harian sebelum membeli toren. Jumlah penghuni, aktivitas rumah tangga, dan ketersediaan pasokan menjadi pertimbangan utama.

Sebagai contoh, rumah dengan banyak penghuni membutuhkan cadangan air lebih besar daripada rumah kecil. Selain itu, bangunan usaha mungkin memerlukan kapasitas tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pemakaian.

2. Pilih Lokasi Pemasangan yang Tepat

Selanjutnya, tentukan lokasi yang mudah menjangkaunya untuk pemasangan dan perawatan. Toren bisa menempatkannya pada atas dak, menara khusus, atau permukaan tanah sesuai rancangan sistem.

Namun, lokasi tersebut harus memiliki ruang yang cukup untuk toren, pipa, dan akses pemeriksaan. Hindari tempat yang menghalangi jalur evakuasi atau menyulitkan proses perbaikan.

3. Siapkan Fondasi atau Dudukan yang Kuat

Dudukan merupakan bagian penting dalam pemasangan toren berukuran besar. Sebab, beban toren meningkat secara signifikan ketika air mulai mengisi bagian dalamnya.

Sebagai gambaran, 1.000 liter air memiliki massa sekitar satu ton. Dengan demikian, toren berkapasitas 2.000 liter bisa menampung air bermassa sekitar dua ton. Pastikan fondasi rancangannya untuk menopang beban penuh secara aman.

4. Siapkan Pipa dan Perlengkapan Instalasi

Sebelum pemasangan, siapkan pipa, sambungan, katup, dan perlengkapan pengendali aliran. Selanjutnya, cocokkan ukuran setiap komponen dengan spesifikasi toren. Kelengkapan setiap model toren bisa saja berbeda.

5. Pasang Toren pada Dudukan

Setelah dudukan siap, tempatkan toren sesuai petunjuk produsen. Kemudian, pastikan toren berada dalam posisi stabil dan tidak mengalami kemiringan.

Untuk toren berukuran besar, proses pengangkatan sebaiknya melakukannya menggunakan peralatan yang sesuai.

6. Hubungkan Pipa Masuk dan Keluar

Sambungkan pipa inlet dari sumber air menuju toren. Pasang pelampung otomatis apabila perlu untuk menghentikan pengisian ketika air mencapai batas tertentu.

Kemudian, sambungkan pipa outlet menuju jaringan distribusi bangunan. Pastikan katup penutup bisa menjangkaunya agar aliran mudah berhenti saat perawatan.

7. Lakukan Pengujian dan Pemeriksaan Akhir

Setelah semua sambungan selesai, periksa kembali kondisi dudukan dan instalasi pipa. Selanjutnya, isi toren secara bertahap sesuai prosedur yang jadi anjuran produsen.

Amati setiap sambungan untuk memastikan tidak ada kebocoran. Periksa juga fungsi pelampung, katup, outlet, dan jalur overflow.

Cara Pasang Toren Air Tanpa Pompa

Cara Pasang Toren Air Tanpa Pompa
Cara Pasang Toren Air Tanpa Pompa

Pemasangan toren tanpa pompa pendorong bisa membantu mengurangi penggunaan listrik untuk distribusi air.

Sistem ini memanfaatkan gaya gravitasi sehingga air mengalir dari toren menuju titik pemakaian yang lebih rendah. Nah, berikut ini ada beberapa cara pasang toren tanpa pakai pompa yaitu:

1. Tempatkan Toren Lebih Tinggi dari Keran

Pertama, tempatkan toren pada atas titik pemakaian air. Perbedaan ketinggian membantu menghasilkan tekanan gravitasi. Semakin besar perbedaan ketinggian, semakin besar tekanan statis yang tersedia.

2. Hitung Kebutuhan Tekanan Air

Tentukan kebutuhan tekanan pada keran, shower, dan peralatan lainnya. Beberapa perangkat membutuhkan tekanan lebih tinggi daripada keran biasa. Karena itulah, jangan menentukan tinggi toren hanya berdasarkan perkiraan.

3. Gunakan Pipa dengan Diameter Sesuai

Pipa yang terlalu kecil bisa membatasi aliran air. Sebaliknya, ukuran pipa yang sesuai membantu mengurangi hambatan distribusi. Diameter pipa harus menyesuaikan dengan debit dan kebutuhan instalasi.

4. Kurangi Belokan Pipa Berlebihan

Setiap belokan bisa menambah hambatan aliran. Oleh sebab itu, rancang jalur pipa sesederhana mungkin.

Meskipun demikian, jalur tetap harus mengikuti kondisi bangunan. Pastikan pipa tidak tertekuk atau terjepit oleh struktur lain.

5. Pasang Katup Penutup yang Mudah Menjangkaunya

Katup penutup membantu menghentikan aliran ketika pipa perlu memperbaikinya.  Selain itu, katup bisa memudahkan pemeriksaan tanpa menguras seluruh toren.

Tempatkan katup pada lokasi yang mudah aksesnya. Namun, pastikan katup tidak mengganggu jalur aliran saat menggunakannya.

6. Pastikan Ventilasi Toren Berfungsi

Ventilasi membantu menyeimbangkan tekanan udara dalam toren sesuai desainnya. Dengan demikian, aliran air tidak terhambat akibat perubahan tekanan yang tidak semestinya. Jangan menutup atau memodifikasi lubang ventilasi tanpa petunjuk produsen.

7. Gunakan Pelampung Otomatis

Pelampung otomatis bisa membantu menghentikan pengisian ketika air mencapai batas tertentu. Karena itulah, risiko air meluap bisa berkurang.

8. Hindari Kebocoran pada Sambungan

Kebocoran bisa mengurangi jumlah air yang tersedia dan mengganggu distribusi. Oleh sebab itu, periksa sambungan pipa serta katup secara berkala.

Gunakan bahan penyekat yang sesuai dengan jenis sambungan. Namun, hindari mengencangkan sambungan secara berlebihan karena komponen bisa rusak.

9. Atur Jalur Distribusi Berdasarkan Lantai

Air gravitasi umumnya lebih mudah mengalir menuju titik yang berada pada bawah toren. Sebaliknya, titik pemakaian yang lebih tinggi mungkin menerima tekanan lebih rendah. Oleh karena itu, evaluasi kebutuhan setiap lantai sebelum menentukan rancangannya.

Rekomendasi Toren Air Grand Ukuran Besar

Rekomendasi Toren Air Grand Ukuran Besar
Rekomendasi Toren Air Grand Ukuran Besar

Untuk rekomendasi wadah penyimpanan airnya, sangat jadi rekomendasi memakai toren air merek Grand yang ukurannya besar.

Toren yang satu ini menggunakan bahan baku HDPE murni berkualitas tinggi tanpa material campuran lainnya, dengan 3 lapisan dinding.

Sehingga toren merek Grand ini mempunyai ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem, meskipun meletakkannya pada luar ruangan.

Toren merek Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.

Penyimpanan air akan tetap aman dan bersih, terhindar dari segala kontaminasi kotoran, najis, maupun zat berbahaya lainnya.

Baca juga: Apakah Toren Bisa Retak? Kenali 5 Penyebab Utamanya

Toren merek Grand tersedia dalam berbagai ukuran hingga yang paling besar 12000 liter. Jadi, siapa saja bisa memilih ukurannya yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Toren merek Grand juga sudah anti lumut dan anti sinar UV. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini untuk pemesanan dan spesifikasi toren air lainnya!

Penutup

Jadi sekian dulu ulasan tentang cara memasang toren air besar yang aman. Untuk pilihan torennya, pakai saja yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka panjang.

Dapatkan toren berkualitas pada berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lainnya.