Cek Perbedaan Toren Air Atas Bawah Sebelum Beli
Perbedaan Toren Air Atas Bawah – Membangun sistem kebersihan yang handal memerlukan perencanaan matang mengenai wadah penyimpanan cadangan air bersih.
Para pemilik sering merasa bingung saat harus memilih antara menempatkan torennya pada atap atau pada bawah tanah.
Maka dari itu, memahami secara mendalam tentang perbedaan toren air atas dan bawah menjadi penting bagi keberlangsungan sistem airnya.
Dengan memilih posisi wadah penyimpanannya yang tepat maka bisa mempengaruhi efisiensi pemakaian listrik dan tekanan airnya pada setiap keran.
Pemahaman ini juga yang akan membantu dalam mengelola anggaran pembangunan secara lebih cerdas dan efektif.
Selain itu, mampu membantu untuk melihat sisi karakteristiknya masing-masing. Melalui artikel kali ini menjelaskan perbedaan antara kedua jenis torennya.
Jadi, untuk lebih jelasnya simak terus artikel ini.
Inilah Perbedaan Toren Air Atas dan Bawah
Memilih posisi penempatan penyimpanan air merupakan keputusan teknis yang akan memengaruhi kenyamanan dan efisiensi energi.
Pemilik bangunan sering kali berhadapan pada pilihan sulit antara menempatkan toren pada ketinggian atau justru menyembunyikannya di bawah permukaan tanah.
Berikut ini ada beberapa perbedaan dari wadah penyimpanan atas dan bawah yaitu:
1. Cara Penyaluran Air ke Keran
Perbedaan pertama terletak pada prinsip kerjanya, toren atas mengandalkan gaya gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke bawah.
Sedangkan toren bawah memerlukan bantuan pompa dorong atau booster pump.
2. Konsumsi Energi dan Biaya Listrik
Penggunaan wadah penyimpanan atas biasanya jauh lebih hemat listrik karena mesin pompa hanya menyala saat mengisi wadah penyimpanan sampai penuh.
Pada toren bawah, mesin pompa harus bekerja setiap kali seseorang membuka keran untuk mendapatkan tekanan air cukup.
3. Stabilitas Tekanan Air yang Dihasilkan
Tekanan air dari wadah penyimpanan atas sangat bergantung pada ketinggian letak torennya tersebut dari permukaan tanah atau lantai.
Sebaliknya, jenis bawah mampu memberikan tekanan air yang stabil dan kuat karena didorong langsung oleh tenaga mesin pompa.
4. Aspek Keindahan Bangunan
Toren bawah memiliki keunggulan dari sisi pandangan karena keberadaannya tersembunyi pada bawah tanah sehingga tidak merusak pemandangan.
Akan tetapi wadah penyimpanan atas memerlukan menara penyangga yang terkadang terlihat mencolok dari kejauhan.
5. Kemudahan Akses untuk Perawatan Rutin
Proses pembersihan atau pengurasan pada wadah penyimpanan atas jauh lebih praktis karena air kotor bisa langsung mengalirkan keluar melalui pipa kuras.
Kalau untuk wadah penyimpanan bawah memerlukan peralatan tambahan seperti pompa untuk mengeluarkan sisa air dan kotoran saat proses pembersihannya.
6. Ketahanan Terhadap Suhu Air di Dalamnya
Posisi wadah penyimpanan bawah yang tertimbun tanah membuat suhu air pada dalamnya cenderung tetap sejuk dan stabil sepanjang waktu.
Sedangkan jenis atas yang terpapar sinar matahari secara langsung sering kali membuat airnya hangat.
7. Beban Struktur pada Fondasi
Penempatan ribuan liter air pada bagian atas akan memberikan beban yang berat bagi struktur kolom bangunan.
Sementara itu, wadah penyimpanan bawah menyalurkan seluruh beban airnya langsung ke tanah.
8. Risiko Kontaminasi dari Lingkungan Luar
Wadah penyimpanan atas lebih minim risiko terkena rembesan air tanah yang kotor, jika dibandingkan dengan pemasangan toren jenis bawah.
Jika menggunakan material berkualitas tinggi, wadah penyimpanan bawah sebenarnya aman dari segala macam kebocoran maupun bakteri.
Tips Penting Sebelum Membeli Toren Air Atas atau Bawah
Memilih sistem penyimpanan air yang tepat memerlukan pertimbangan matang agar investasi tersebut memberikan manfaat maksimal dalam jangka waktu panjang.
Kesalahan dalam memilih jenis torennya tidak hanya berdampak pada kerugian materi, tetapi juga bisa mengganggu stabilitas pasokan airnya.
Tidak perlu khawatir, berikut ini ada beberapa tips penting sebelum membeli wadah penyimpanan atas atau bawah yaitu:
1. Sesuaikan Kapasitas dengan Jumlah Pengguna
Tips pertama adalah menghitung perkiraan kebutuhan air berdasarkan jumlah orang pada area tersebut. Secara umum, satu orang membutuhkan sekitar 150 hingga 200 liter air per hari.
2. Periksa Kekuatan Struktur Penyangga atau Lahan
Jika memilih wadah penyimpanan atas, pastikan dak beton atau menara besi mampu menahan beban ribuan liter air yang berat.
Begitu pula untuk toren bawah, pastikan area penggalian tanah bebas dari akar pohon besar yang bisa merusak bodinya.
3. Pilih Material yang Memiliki Perlindungan UV
Pastikan torennya tersebut memiliki lapisan pelindung sinar ultraviolet (UV) agar dinding wadah penyimpanan tidak mudah getas atau pecah.
Perlindungan UV juga berperan penting dalam menjaga suhu air tetap stabil.
4. Pastikan Memiliki Lapisan Anti Lumut
Pilihlah toren yang memiliki teknologi kedap cahaya atau lightblock agar bagian dalam torennya tetap gelap secara total.
Cahaya matahari yang masuk ke dalam air akan memicu proses fotosintesis yang menyebabkan jamur dan lumut tumbuh.
5. Periksa Kelengkapan Aksesorinya
Pastikan toren sudah lengkap dengan tutup yang rapat, lubang inlet, dan outlet yang posisinya ergonomis.
Pilihlah desain yang praktis agar proses perawatan mandiri bisa melakukannya dengan mudah.
6. Utamakan Material Berstandar Food Grade
Pastikan material plastik atau stainless steel yang digunakan sudah berstandar food grade. Adanya standar ini menjamin bahwa wadah penyimpanan air tersebut tidak melepaskan zat kimia berbahaya.
7. Pertimbangkan Masa Garansi dan Layanan Aftersales Memadai
Belilah merek toren yang memberikan jaminan garansi resmi dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya 10 sampai 20 tahun.
Garansi yang panjang merupakan indikasi bahwa produsen percaya diri dengan kualitas dan ketahanan produknya.
Rekomendasi Toren Air Pendam Grand
Jika memutuskan untuk menggunakan wadah penyimpanan jenis pendam, maka solusinya bisa menggunakan toren untuk bawah tanah merk Grand.
Wadah penyimpanan yang satu ini materialnya menggunakan HDPE murni tanpa bahan campuran lainnya dengan dinding tebal.
Hal inilah yang menjadikannya mampu menyimpan cadangan air bersih dengan aman tanpa khawatir bocor atau retak.
Pilihan ukuran yang tersedia pada wadah penyimpanan jenis pendam merk Grand ini ada beragam.
Toren merk Grand sendiri menjadi yang pertama dan satu-satunya mendapatkan sertifikat Halal dari MUI. Sehingga tidak perlu khawatir terkontaminasi berbagai zat yang membahayakan.
Wadah penyimpanan merk Grand jenis pendam juga sudah anti lumut dan anti virus. Penyimpanan cadangan air akan tetap aman tanpa khawatir terkontaminasi.
Penutup
Nah, itulah tadi penjelasan mengenai berbagai perbedaan wadah penyimpanan air jenis atas dan bawah.
Untuk pilihan torennya, pakai saja yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka panjang. Dapatkan toren berkualitas pada berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lainnya.